
Monev Terpadu Progres Realisasi Proyek SBSN 2024
Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi (BBPSI Padi) menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terpadu progres realisasi proyek SBSN 2024 pada kegiatan penguatan sarana dan prasarana Seed Center. Monev terpadu lintas kementerian/lembaga ini dilaksanakan melalui dua sesi kegiatan, yakni peninjauan lapang pembagunan saluran irigasi, pembangunan embung dan peninjauan kawasan Seed Center dilanjutkan acara diskusi di Auditorium Sadikin Somaatmadja, BBPSI Padi, di Sukamandi, Subang, Jabar (Selasa, 3/12/24).
Monev dihadiri Direktorat Pangan Pertanian Kementerian PPN/Bappenas, Direktorat Anggaran Bidang Perekonomian dan Kemaritiman DJA Kemenkeu, Sekretaris BSIP Dr. Haris Syahbuddin, DEA, Kepala BBPSI Padi Dr. Muhammad Thamrin, Biro Perencaan serta Biro Umum dan Perlengkapan Setjen Kementan.
Dr. Haris Syahbuddin, DEA dalam sambutanya menerangkan pentingnya keberadaan BBPSI Padi yang berdiri melalui sejarah panjang dan selalu dikunjungi orang nomor satu di Republik ini yakni Presiden Suharto, Presiden Megawati Soekarno Putri, Presiden Susilo Bambang Yudoyono, hingga Presiden Joko Widodo.
Dari perjalanan sejarah yang cukup panjang Haris menegaskan betapa pentingnya Balai Besar ini. Lebih lanjut Ia menerangkan secara singkat produk inovasi yang dihasilkan saat Balai Besar ini masih memiliki tugas fungsi penelitian dan pengembangan. Secara singkat Haris menjelaskan berbagai varietas yang telah dihasilkan hingga kemudian berubah tusi. Sebanyak 307 varietas unggul dari berbagai agroekosistem telah dihasilkan dan jika dikaitkan program strategis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto terkait swasebada pangan, tantangan kebutuhan benih akan menjadi fokus untuk bisa menjawab ketersediaan benih padi dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di Seed Center yang baru saja selesai dibangun.
Sesba menyinggung masalah swasembada pangan, ditegaskan bahwa bicara swasembada tidak lepas dari kesiapan ketersediaan benih terutama benih sumber, dan BSIP bersama-sama dengan pihak-pihak terkait lembaga pemerintahan bersama-sama mencari solusi agar Seed Center yang telah dibangun bisa segera berjalan dan berfungsi maksimal dan optimal tentunya dengan dukungan anggaran, tugas fungsi yang sesuai, dan dukungan sumberdaya manusia yang memadai sesuai harapan. Untuk itu sinergi antar Kementerian/Lembaga penting untuk menjawab kebutuhan itu.